Tips Memilih Box Bayi yang Aman dan Nyaman untuk Si Kecil

Box bayi menjadi salah satu perlengkapan bayi yang wajib ada, terutama setelah si kecil lahir. Sampai usia sebulan, bayi juga lebih banyak tidur, kira-kira 20 jam sehari. Selain itu, box bayi bisa digunakan hingga anak berusia 3 tahun. Maka itu, memilih box bayi yang nyaman dan aman menjadi sangat penting untuk para orangtua. Bagaimana cara memilih box bayi kayu yang paling baik?

Hakari Baby Box Hk 1008 Tempat Tidur Bayi merupakan ranjang tidur bayi berbahan kayu ramin & knockdown system serta menggunakan pelapis warna yang sudah teruji bebas dari bahan-bahan berbahaya dan juga tidak berbau. Tempat tidur ini dirancang kokoh, aman dan dapat menjaga kualitas tidur buah hati Anda. Tempat tidur ini dilengkapi dengan tiang kelambu, mattrass, dan sistem pintu buka serta penguncian di samping kiri dan kanan tempat tidur.

  • Tempat tidur bayi
  • Sudah teruji bebas dari bahan-bahan berbahaya dan juga tidak berbau
  • Dilengkapi dengan tiang kelambu, mattrass, dan sistem pintu buka serta penguncian di samping kiri dan kanan tempat tidur
  • Material : Solid wood, export quality, dan knockdown system

Bagaimana memilih cara box bayi yang aman?

Tempat tidur atau box untuk bayi ini merupakan ruang milik bayi Anda, yang nantinya akan mereka jelajahi sendiri saat Anda tidak mengawasinya. Berhubung Anda tidak bisa terus-menerus mengawasi bayi Anda, box untuk bayi ini haruslah aman, nyaman, dan berfungsi baik ketika digunakan. Sebelum membelinya, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini terlebih dahulu.

1. Beli yang mahal belum tentu bagus dan aman

Membeli tempat tidur bayi tidak perlu yang mahal, karena mahal tidak menjamin kenyamanan dan keselamatan bayi. Pilihlah box bayi yang sederhana. Hindari membeli box yang antik dan terbuat dari kayu, sebab kayu biasanya memiliki tekstur yang kasar dan bisa mengeluarkan getah sewaktu-waktu. Sebisa mungkin juga hindari menggunakan box untuk bayi yang pagarnya mudah dibuka, tutup, atau diturunkan.

2. Pilih desain yang pas dengan perkembangan bayi

Setelah memilih model yang diinginkan, tahap selanjutnya adalah memilih yang ukurannya tidak terlalu luas tapi juga tidak terlalu sempit. Jika memilih yang terlalu kecil, dikhawatirkan bayi Anda tidak dapat bergerak bebas di dalamnya. American Academy of Pediatrics menyarankan tinggi ideal untuk pagar box bayi sebatas 50-60 cm.

Pastikan juga pagar box bayi tidak terlalu renggang jaraknya. Pagar tempat tidur bayi yang terlalu renggang dapat menyebabkan anggota badan, terutama kepala bayi , masuk di antaranya dan terjebak.

3. Pilih kasur bayi yang tepat

Saat membeli box untuk bayi pastinya Anda juga membeli satu paket dengan kasur atau matras. Ada baiknya untuk memilih kasur yang tidak terlalu empuk. Mengapa? Kasur yang terlalu empuk dapat membuat bayi masuk tenggelam. Hal inilah yang kadang menyebabkan risiko SIDS (sudden infanth death syndrome).

Bayi yang posisi tidurnya tidak benar atau nyaman cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas. Saat bayi dalam posisi telungkup, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas. Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbondioksida yang baru saja ia embuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang. Hal itulah yang menyebabkan bayi bisa meninggal.

4. Periksa box bayi secara menyeluruh

Periksa badan box lainnya. Cermati, apa ada cat yang terkelupas, apa ada sekrup yang longgar atau hilang, dan pastikan bahwa box bayi yang Anda pilih aman untuk si kecil. Jangan lupa, kasur bayi harus pas dengan ukuran box. Bila kasur yang Anda beli berukuran lebih besar daripada box-nya sehingga menekuk pinggiran kasur, hal itu dapat membahayakan. Bayi Anda bisa saja bermain dan menggeser posisi kasur.

5. Bila ingin menggunakan box bekas, periksa ulang keamanannya

Terkadang, orangtua akan mewariskan box turun-temurun, dimulai dari anak pertama hingga anak terakhir. Namun sayang, hal ini sebetulnya menyimpan sisi bahaya jika tidak cermat. Jika ingin menggunakan box, Anda wajib memeriksa ulang seluruh engsel box, ketahanan pagar, kepadatan kasur dan bentuk kasurnya, serta beberapa hal lainnya.